Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Puisi



Jemari Waktu
Di kala aku melewati hari demi hari,
Seelok mimpi kian tak berbekas dalam jemari.
Sifat arogansi kian menari-nari,
Di semai senyum mentari pagi.
            Di kala aku tenggelam putaran bumi ini,
            Seolah tercerca ditingkah laku.
            Bagai tertusuk empedu,
            Tergoreskan oleh pikiranku.
Saat ini aku membutuhkan seseorang,
Yang tidak membutuhkan waktu.
Masa lalu hanya kenangan waktu,
Hingga nantinya membangkitkan waktu.
            Terkadang tertawa,
            Di balik senyummu.
            Terkadang kian waktu tuk bersamamu,
            Namun waktu juah yang menentukannya.
Kini akankah…
Waktu ini bisa mempersatukan kita,
Dalam jemari impian,
Dalam putaran waktu.
By : Sulaiman (Ule)

Goresan Sega Ulpa

BERLABUH KECEWA

Semangat jiwa berlabuh di tengah damai
genggaman rasa menggepal sendiri
air malam membeku di mendung pagi
mengkristal di dalam tembok hati
dan mungkin akan mencair lagi
ingatan meluap kembali
kenangan kecewa yang sembunyi.

Pintu yang membuka warna
tak jua menggemingi hatiku
dendam yang membendung
masih meriak berjalar
mengakari kekuranganku
tak mampu melupakan khianatmu
yang mengoyak setia
arti perjuang hidup bersama
ikatan tak menutup matamu
cincin tak mengikat hatimu
hanya untukku.

Semoga aku mampu
bersamamu
yang menghancurkanku
tanpa kutemui pintu maaf itu.


Cinta sebatas angan

kau begitu pelik dihadapku,
ternyata dibalik semua
tertoreh kepedihan yang terasa
pendekatan kian menjauh
karena sikap dan cuekmu
hingga Aku telah berhenti
untuk melangkah...
Angan ingin bersama terputus
Bagai dawai gitar yang tak mengalunkan
nada-nada cinta...
begitu pelik yang ku hadapi saat ini
cinta hanya sebatas angan tuk dapat dimiliki...

Anganku

Kunanti jawabanmu
Pernahkah diriku melintas dibenakmu
Pernahkah namaku terucap mesra dibibirmu
Pernahkah keheningan malam,
menghadirkan rindu untukku
pernahkah bunga tidurmu di hiasi oleh sosokku
bila iya, katakanlah…
jujurlah padaku
terlebih pada dirimu
mencintai bukanlah dosa
mencintai adalah anugrah
mencintai pun tak harus memiliki
mencintai tak perlu pemaksaan
yang terpenting…
mencintai kejujuran
pada diri sendiri